Agustus 4, 2021

Pengungsi Asal Sudan Diberangkatkan ke Kanada untuk Proses Resettlement

Rabu, 4 Agustus 2021
Penulis: Muhammad Fijar Sulistyo
Editor: Achmad Nur Saleh

Kesabaran Al-Fadel Ibrahim Amin Adam (36 th) dalam menunggu proses resettlement (pemukiman kembali) berbuah manis. Pemerintah Kanada bersedia menjadi negara penerima suaka untuk ia dan isterinya. Setelah menanti selama delapan tahun, akhirnya hari ini (4/8/2021) pasangan suami isteri asal Sudan ini berangkat menuju negara tujuan yang memberinya suaka yaitu ke Negara Kanada.

“Kami sangat bersyukur, semoga kehidupan keluarga saya lebih baik nanti di Kanada,” ucap Fadel.

Fadel lalu bercerita kalau ia melarikan diri ke Indonesia tahun 2013 setahun setelah menikah karena suasana konflik di negaranya, sementara isterinya menyusul pada tahun 2018.

Selama bermukim di Kota Makassar Fadel mendapatkan biaya hidup dari IOM (Internasional Organization for Migration), namun isterinya tidak menjadi tanggungan IOM karena termasuk pengungsi mandiri. 

Tahun 2019, mereka sempat dikaruniai anak laki-laki, tetapi belum genap berusia satu tahun duka menyelimuti keluarga ini anaknya meninggal karena sakit.

“Anak saya dirawat di rumah sakit karena sakit di perutnya dan dioperasi, tetapi meninggal,” terang Fadel.

Kepala Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Makassar, Alimuddin mengatakan bahwa saat ini di Makassar menampung sekitar 1.623 jiwa pengungsi yang berasal dari 13 negara. Afghanistan menempati urutan terbanyak lebih dari 65%, disusul oleh Myanmar dan Somalia.

“Resettlement merupakan satu dari tiga solusi jangka panjang dalam menangani pengungsi. Dua solusi lainnya, Assisted Voluntary Return atau AVR (pemulangan kembali) dan Private Sponsorship melalui jalur pendidikan ataupun jalur lainnya,” tambah Alimuddin.

Proses Resettlement
Dijemput dari tempat penampungan, Fadel beserta isterinya menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, mereka didampingi oleh petugas pengawal dari  Rudenim Makassar sebanyak dua orang untuk bertolak ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan menggunakan pesawat Garuda kode penerbangan GA0605 pada Kamis, (4/8/2021) pukul 13.05 Wita.

Setiba di Bandara Soekarno Hatta, mereka menemui staff IOM yang telah menunggu di terminal 3 keberangkatan guna penyerahan dokumen perjalanan dan berkas-berkas kelengkapan lainnya. Selanjutnya petugas Rudenim Makassar melakukan serah terima dengan petugas Imigrasi Bandara Soekarno Hatta. Kemudian Fadel beserta isteri  berangkat menggunakan maskapai Turkish Airlines pada pukul 21.05 Wib di hari yang sama  menuju Istambul dan dilanjutkan menuju Toronto pada tanggal 5 Agustus pukul 15.00 waktu setempat.

Alimuddin mengatakan bahwa pada tahun 2020 telah dilaksanakan resettlement terhadap 47 orang pengungsi, sementara untuk tahun 2021 resettlement baru dilakukan terhadap Fadel dan isterinya.

Terkait berkurangnya jatah resettlement, Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan Dodi Karnida berharap pandemi segera berakhir agar resettlement maupun pemindahan pengungsi ke Jakarta untuk persiapan resettlement, dapat berlangsung tanpa halangan atau penundaan.”Kami akan tetap mendorong supaya jumlah pengungsi semakin berkurang baik melalui resettlement atau AVR agar beban pengurusan kami juga semakin berkurang” ucap Dodi.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

You may use these <abbr title="HyperText Markup Language">html</abbr> tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*